Mungkin… tuan benar,
Saya yang salah.
Betul, tuanlah yang gagah,
sedangkan saya hanya abdi yang lemah.
Iya… Benar… nona benar-benar benar.
Saya memang layak dibakar!
Dibakar dengan api fitnah
yang dipenuhi amarah.
Silahkan tuan…
Lekas nona…
Tuduhlah Saya…
Remahkanlah Saya, dan pandanglah Saya
dengan sebelah mata.
Mungkin… mereka benar,
Saya terlalu aneh.
Terlalu aneh hingga membuat mereka meleleh!
Meleleh karena panas hati mereka melihat tingkah Saya.
Maafakan Saya tuan dan nona…
Maaf… tuan dan nona benar…
Iya, benar, salahkan Saya.
Musuhi, kucilkan, asingkan dan
jika perlu, singkirkan saja Saya!
Karena Saya terlalu bebas untuk berkarya!
Karena Saya terlalu lepas hingga jadi berbahaya!
Adalah sebuah kesalahan bagi mereka
jika berfikir dengan cara yang berbeda.
Mereka bilang “Saya memanulasi!”
nyatanya, Saya hanyalah suara minoritas
yang berfikiran tanpa ruang waktu atau dimensi.
Saya destruktif! Kata mereka.
Katakanlah Saya Impulsif
dan berprilaku primitif.
Ya, benarm tuan dan nona tidak salah.
Dan benar apabila Saya manusia sempurna
karena ketidaksempurnaan dan…
karena biadabnya diri Saya.
24 desember 2009
“DUNIA SAYA”
Thafhan Muwaffaq